Jumat, 15 Februari 2019

Namamu dalam Dekapan-Nya

Ku titipkan rasaku dan juga namanya kepada-Nya, Sang Maha Pencipta Segala...
Lantunan doa lirihku tak banyak untuk menyebut namanya, yang masih menjadi rahasia-Nya...
Bukan ku tak ingin untuk menjadi bagiannya, bukan pula ku meragukannya..
Namun aku hanya tak ingin terjebak perihal rasa untuk ke dua kalinya...
Atau mungkin itu bagian dari meragukannya?
Entah apa namanya, namun perihal segala apa yang ada, aku tidak demikian menyebutnya...
Mungkin akan lebih nyaman untuk dikatakan, aku tengah berhati-hati dengan rasa....
Hal ini bukan karena pernah di kecewakan oleh seseorang, tetapi hatiku pernah kecewa karena terlalu berharap padanya...
Bukan karena ada hubungan spesial, namun karena sebutan cinta dalam diam kepadanya...
Diam-diam mengagumi, diam-diam hadir rasa cinta, dan diam-diam terluka...
Lagi-lagi memang salahku yang terlalu berangan tentangnya...
Ah... Sudahlah, anggap saja masa 5 tahun bertahan kepada rasa adalah kebodohanku dalam mengenal cinta...
Tersebab karena hal itu, aku tak lagi ingin menaruh rasa kepada hati yang belum saatnya...
Sekuat apapun diriku ingin memilikinya.....
Tak lagi aku mendoakan ataupun menyebut namanya dalam sujud panjangku kepada-Nya, agar dijodohkan dengannya..
Ku titipkan segala rasa yang ada dalam hatiku ini kepada Dia, Yang Maha Mengetahui Segala...
Ku biarkan dia yang menemukanku dalam sujud panjangnya meminta....
Jika memang dia takdir yang kan menemani setiap senjaku di sisa usia....
Maka dengan amat sangat ridha dan ikhlas, ku terima takdir dari-Nya...
Namun jika ternyata ada takdir lain yang datang kepadaku, untuk menemaniku menikmati senja...
Maka sudah tak ku ragukan lagi, bahwa dia yang dalam sepertiga malam syahdunya lebih banyak mengadukan namaku dan bercengkrama dengan Pencipta-Nya...
Ku titipkan rasaku dan namanya kepada Sang Pemilik Rasa....
Aku bukanlah muslimah yang tak luput dari alpa, bukan pula Fathimah binti Rosulillah si putri tercinta...
Aku hanya wanita akhir zaman, yang mendambakan sang pangeran penjaga hati wanitanya.. 
Yang ketika bersamanya, aku dapat berbagi segala suka duka dengan mudahnya...
Yang ketika bersamanya, ku yakin mampu menjadi pribadi yang senantiasa lebih dekat dengan-Nya....
Dan yang ketika bersamanya, ku yakin dapat saling berbagi ilmu tentang duniawi maupun ukhrawi dengannya...
Aku... Dengan segala kelemahanku dalam menjaga hati dan rasa...
Dengan sepenuh hati, kutitipkan rasaku dan namanya kepada Dia, hingga dia datang kepada waliku dengan pengakuannya...
Tugasku saat ini, mendoakan dia agar dalam menemukanku, dipermudahkan jalannya oleh-Nya...
Tugasku saat ini, senantiasa memperbaiki diri, agar kelak pantas disebut sebagai istri sekaligus ibu dari anak-anaknya...
Tugasku saat ini, menjaga diri dan hati agar kelak dapat kujadikan sebagai kado untuknya...
.
.
Untukmu, my future husband... Menjagaku dari bersentuhan kepada yang bukan mahram, adalah kado spesial dariku, dan bagiku.
Siapapun dirimu dan seperti apapun engkau, ku tunggu engkau menjadi bagian dari penyempurna agamaku.
لك الفاتحة.... آمين

Tidak ada komentar:

Posting Komentar