Senin, 12 November 2018

Future Husband

Meski sudah ku setting auto focus, nampaknya ragamu masih saja blur, dan bahkan tak ter-detect. Mengetahui bagaimana rupamu saja tidak, lantas siapa sesungguhnya dirimu? Darimana dirimu berasal? Seperti apa dan bagaimana sifatmu? Apakah kita sudah pernah saling berpapasan? Atau apakah kita sudah saling mengenal? Atau tentang apapun itu...

Aku berharap apapun yang kulakukan, apapun yang kau lakukan, semua itu selalu dalam lingkaran yang sama, mengharap keridhoan-Nya.

Aku bukanlah orang baik, apalagi terbaik. Aku masih jaaauuhh dari kata itu, amat sangat jauh. Aku belum bisa menjadi seorang wanita yang dapat disebut sholihah. Aku seorang wanita yang masih labil. Terkadang hatiku mudah untuk tertaut kepada yang belum halal untukku, bahkan hanya dengan kebaikan-kebaikannya. 😔

Aku sedih karena belum mampu mengkondisikan hati dengan baik. Aku sedih karena harus memiliki rasa sebelum akad, karena aku tau hakikat itu semua adalah belum saatnya. Masih bias.

Yaa Robb... Kuatkan aku untuk menjaga rasa ini untuk dia yang halal bagiku. Kuatkan prinsip dan keteguhanku untuk dia yang berjuang menghalalkanku. Kuatkan diri ini agar senantiasa mampu mempertahankan prinsip ini sebagai kado terindah untuknya yang nantinya menjadi imamku.

Semoga saat ini, kau pun tengah berjuang, berproses, dan berusaha untuk masa depan yang penuh akan cahaya-cahaya surga-Nya... Al-Faatihah... Aaamiiin... 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar