.
.
Ada sebuah cerita yang amat sangat menarik untuk ku ketikkan menjadi cerita (entah pendek ataupun panjang) di malam ini. Cerita ini tentang seorang manusia "sok tau" yang "sok kuat". Iya, begitulah untuk menjelaskan sosok lelaki itu. Sebelumnya, sekitar dua tahun yang lalu, aku tak cukup mengenalnya. Bahkan mungkin sekarang pun juga, mengenal sosoknya namun sebenarnya masih belum cukup untuk dikatakan mengenal kepribadiannya. Mengenai perihal menerka kepribadian seseorang, itu kesukaanku, yaaa meski aku bukan seorang ahlinya. Aku hanya suka saja mempelajari itu.
Kembali kepada cerita yang ku ambil malam ini. Dia adalah sosok yang di kenal serius, pemikirannya luas, perfeksionis, daaann jutek, tapiii pribadi yang dewasa. Itu mungkin sedikit penjelasan tentangnya. Hahaa... Sedikit jahat dan jail sekali ya penjelasanku, tapi mau bagaimana lagi, memang itulah sosoknya (dulu ketika aku masih sekedar mengenalnya). Waaw... Memang sekarang? Hmmm... Sekarang, setidaknya lebih mengenal jauh bagaimana sosoknya... Yaaa meskipun tidak sejauh orang² lain yg lebih lama mengenalnya. Aku mulai dikatakan intens dan dekat dengannya karena hal yang sebenarnya tanpa sengaja, dan tidak terduga . Hehehehee... Loh, kok bisa dikatakan begitu? Iyaa... Jadi suatu waktu aku pernah menghubunginya via chat whatsapp karena suatu kepentingan yang itupun karena saran seseorang, yang kata seseorang tersebut diminta untuk menanyakan kepadanya, yang mungkin lebih paham mengenai hal ini. Awalnya ketika mendengar namanya disebut, waktu itu aku langsung "deg!". "harus dia ya?". Cukup lama aku memutuskan untuk menghubunginya. Eh, sebelum aku benar-benar menghubunginya, aku masih berusaha untuk menghubungi orang lain lagi selainnya. Yakni para alumni dari tempat asalku berproses. Karena waktu itu, dalam hatiku aku masih sedikit kekeuh untuk enggan menghubunginya tersebab apapun. Begitulaah...dan lanjut aku menunggu balasan dari alumni yang ku hubungi. Namun Qodarulloh, di saat butuh²nya sang alumni mungkin sedang sibuk, jadi belum sempat membalas pesan yang ku kirimkan kepada beliau. Akhirnya dengan sedikit terpaksa, yaaa mau bagaimana lagi, ku search namanya, ku kirimkan pertanyaan yang memang ku butuhkan. Dan alhamdulillah, tak terlalu lama sekitar 10 menitan dia sudah membalas. Tapi ya begitulah, seperti alasanku enggan menghubunginya (jawabannya judes begituuuu ✌), sampai² waktu itu setelah mendapatkan jawaban yang dibutuhkan, seorang Nur Fathimah Rofiq ini pun ga bilang "Trimakasih". Ga nyangka yaa, ternyata dia lebih jahat.. 🤐
Wkwkw.... Flashbackku kok menyedihkan sih... 😆
Okedeh, sekedar intermezzo aja tentang ketidak sengajaan itu.
Selesai......
Terus lanjut cerita sedikit (sedikit versiku ✌), tentang ketidakterdugaan yang terjadi. Apa itu? Gini..... Eh ternyata...setelah chat ku yang pertama di tahun 2018 kepadanya itu, akhirnya dia orang ke 2 (setelah seseorang yang menyarankanku menanyakan satu hal itu kepadanya) yang menyimpan nomorku dari angkatannya di luar tempat asal berprosesku (aku tau dia menyimpan nomorku, karena dia melihat storyku) Wkwkwk... *ga penting banget dah ini Va... Hahaa, maybe... Tp itu suatu ketidakterdugaanku, dan itu bikin rada kaget... 😂
Dah...tamat....
And now, back to the main topic.... 🙃
Jadi, ceritanya adalah hari kemarin entah kenapa suasana hati sedang amat susah di kondisikan, a.k.a kacau... Ya udah sih, biasa itu mah... Nah, tadi pagi pas buka² wa story, kebetulan buka wa story nya si tokoh utama. Di story pertama, eh dia buat story tentang "purnama dan rindu", eh kebetulan di hari yang sama aku juga buat story tentang itu (namun makna story kita berbeda). tapi aku terlebih dahulu, bukan aku ikut²an (membela diri dong 😎). Oke, itu story pertama.. Di story ke dua dia tentang blog yg isinya cerpen. Oke, jadilah aku membukanya, ku baca isinya, kadang tertawa sedikit, kadang senyum, dan kadang sekedar ku hayati kata demi kata dari cerpennya. Jadi cerpen tentang Qur'an saku itu ku rasa sedikit seperti sinetron, yang karena di dalamnya ada kisah cinta, kehilangan karena takdir tuhan, usia yang tidak lama lagi, yaa begitulah, kisah yang bisa ditebak sebelum selesai membacanya. But, over all bagus lah.
Karena satu cerpen itu, naluri kepo ku terhadap sesuatu muncul 💡 hehehehee.... Akhirnya ku baca semua tulisannya, yang mayoritas adalah cerpen. Lagi² semua isi ceritanya selalu melankolis. Bahkan ada yang sampai membuat dadaku ikut sesak membacanya, sampai menangis. 😤 *nyebelin (batinku)
Sehabis baca semua di webnya, tangan ini rasanya gatel banget buat ga comment n kasih apresiasi terhadap tulisan² luar biasanya (yang aku saja tidak bisa membuat yang seperti itu).
Yaa seperti biasanya, jika ada chat itu berarti ada topik utama yang di bahas. Dan kali ini about cerpen itu, eh tapi tidak sepenuhnya about cerpen. Ada beberapa hal lain yang kita bahas, that's about my story... 😅 agak lama perdebatan ga jelas kita sore tadi, dan akhirnya ba'da maghriblah cerita menarik itu terjadi...
Yaelaah Va... Jadi dari tadi tuh masih belum pada intinya??? 🤐
Aku sebenarnya tak ingin mengetik cerita ini. Aku ingin bersua. Tapi aku tak bisa. Aku terlalu cemen.
Hari ini ada kejadian, cerita, peristiwa yang cukup menguras energiku... 😔
Entahlah, kenapa harus ada cerita menarik yang seperti ini. Berawal dari dia tak menepati janjinya dengan dalih belum ada feel, lalu kemudian dia harus bertanya perlu cerita atau nggak.. Hmmm... Itu cukup membuatku merasa kecewa. Tapi setelahnya ada kejutan luar biasa darinya karena jawaban yang katanya dia akan bercerita langsung, "about him". Wooow... Baiklah, ku siap membaca cerita menarik yang akan di buat (ku pikir waktu itu). Daaaann.... Ah..aku benci mengakui ini, sebenarnya. Apa yang dia ceritakan ternyata hal yang dalam waktu dekat kemarin ingin ku tanyakan kepadanya, namun ragu. Apa yang dia ceritakan ternyata adalah hal yang sebenarnya aku sudah tau tanpa dia jelaskan tentang pekerjaannya. Woow sekali kan. Dan karena semua yang di ceritakan itu membuatku menarik nafas panjang, membuatku menangis hebat. Setelah selesai dia bercerita, sebenarnya aku sangat ingin membalasa beberapa ceritanya yang ku rasa ingin ku komentari. Tapi aku sadar dan yakin, chat terpanjang yang dia kirim ini merupakan keputusan besar yang dia ambil. Dan itu pasti sudah dia pikirkan baik². Daaaannn itu cukup menguras energinya (mungkin). Maka dari itu, hal² yang ingin ku katakan dan ku tanyakan lebih baik ku simpan terlebih dahulu, meski keinginanku itu sedikit menggebu.
Jadi.... Sebenarnya sebelum dia menjelaskan kepadaku tentang perusahaan tempat dia bekerja, dulu aku sudah pernah mencari tahu di internet. Aku tau darimana? Yaa dari akun instagramnya ataupun story²nya. Jadi sedikit banyak aku tau pekerjaan dia seperti apa, dan perusahaannya itu di bidang apa. Dan yaa, karena tempat bekerjanya di situ, dan dengan beberapa analisis sekaligus bla bla bla ku. Dan di akhir² ini, entah hanya perasaanku saja, atau memang begitu, intinya story nya belakangan ini ada beberapa yang ku rasa dia sudah tidak nyaman berada pada pekerjaannya saat ini. *hanya menduga.
Dan setiap waktu aku ingin bertanya kepadanya, selalu ku urungkan, karena aku takut dan khawatir itu menyinggung perasaannya. Lalu apa pertanyaanku? Pertanyaanku adalah sesuatu yang akhirnya tanpa aku bertanya sudah di jawab olehnya melalui cerita itu. "Apa yang membuatnya bekerja di tempat itu? Mengapa tidak pada dunia yang profesinya sesuai dengan jurusan yang di ambil, "pendidikan"? Atau memang sebenarnya itu bukan passionnya?" ya kurang lebih itu pertanyaanku, dan sebagian sudah dia jawab tanpa aku bertanya.
Tentang mengapa aku menangis? ntahlah, aku juga tak terlalu dapat menerka tentang perasaan yang membuat dadaku sesak, intinya aku hanya ingin menangis saja. Huuufhh... Sampai sekarang pun jika aku harus membaca ulang isi chat itu, rasanya pasti akan sama.
Tapi satu hal yang ku tau pasti, salah satu alasan menangisku... Aku jadi semakin sadar, bahwa aku memang belum bisa menjadi sahabat, adik atau apapun yang baik baginya. Bagaimana bisa? Iya, karena dia selalu tau tentang semua sedihku, dia selalu menjadi tempatku membagi rasa, dia selalu menjadi jembatanku untuk bisa menumpahkan tangisku, tapi aku apa? Hanya tau sedikit sekali tentangnya. Amat sangat sedikit. Ah, aku tak suka.. Karena lagi² aku harus menangis. Dasar cengeng!
Dia, si sok tau yang sok kuat, yang tak pernah menceritakan tentang segalanya kepadaku, yang tak pernah berbagi kisah kepadaku, dan tak pernah berkeluh kesah kepadaku. Ah, aku baru menyadari sekarang bahwa aku memang amat sangat terlalu egois untuk selalu menceritakan segalaku yang bahkan sebenarnya bukan yang lebih berat daripada masalahnya. Aku terlalu egois karena mementingkan masalahku sendiri, tanpa memikirkan keadaannya, apa dia saat itu tengah baik-baik saja, atau dia sebenarnya tengah kelelahan, atau bahkan sedang berada pada mood yang kurang baik. Tuhan... Kenapa aku tak pernah memikirkan hal itu sebelumnya? 😭
Ingin ku memakinya sebelum ku memaki diriku sendiri. Kenapa dia selalu menunjukkan tampang kuatnya kepada siapapun, bahkan kepadaku yang selalu apapun ku ceritakan kepadanya?!
Aaah....maaf, lagi² sifat egoisku muncul. 🙈 memang terkadang aku harus seringkali diingatkan, bahwa tidak semua orang bisa mempercayakan ceritanya untuk diketahui oleh orang lain, bahkan akupun juga terkadang kan begitu. 🤧
Aku sebenarnya tak suka. Bagaimana tidak, dia yang sok kuat, tapi selalu aku yang dikatanya sok kuat. Darimananya aku dikata sok kuat? Yang kadang ngetik sedikit aja udh nangis, yang kalo cerita banyak nangisnya, tak tau lah...orang payah yang katanya sok kuat yang padahal yang suka ngomong begitu lebih sok kuat lagi.
Tapi... Aku tidak pernah tidak kagum kepadanya. Tentang kerja kerasnya, tentang prestasi² yang di milikinya, tentang pola pikirnya yang tak bisa ku tebak, atau tentang apa yang dia ucapkan/dia ketikkan. (this is my opinion, no one can comment about it)
Hari ini, untuk pertama kalinya dia bercerita sepanjang itu, hari ini untuk pertama kalinya aku menjadi pembacanya, meski aku tak dapat berkomentar tentang isi ceritanya, pun meski aku ingin. Dan hari ini, adalah hari yang luar biasa bagiku, karena aku terharu saja, untuk pertama kalinya dalam cerita ini, aku di percaya untuk membaca cerita darinya. Hahahaha... Serba pertama kalinya. Ciyeee... Wkwk...*becanda ✌. tapi terharunya tadi ga becanda. Seriusan.
Ah iya, aku ingin membahas sedikit tentang "sok kuat".. Hmmm...ya mungkin bagi seorang lelaki dewasa, sok kuat itu perlu dia punyai. Agar dia tetap bisa tersenyum dihadapan orang-orang terkasihnya, meski rasa lelah tiada kunjung usai. Karena lelaki dewasa selalu memiliki peran dan tanggung jawab yang besar.
.
"Semangat manusia sok kuat... 😇 semoga Alloh kan membalas semua pengorbanan dan usahamu yang dengan ikhlas kau lakukan... Lain kali kalo ngasih cerita menarik yang seperti tadi, jangan surprise gitu ya.. Kan kaget. Ga bisa nyiapin tissue dulu... Hehe..*becanda, tapi ga lucu... 🙈 Jadi, lain kali boleh kok Nova di kasih cerita menarik lagi. In Syaa Alloh selalu siap (kalo di percaya✌) sama sepertimu, yang Nova percayai buat tau ceritaku, dan yang selalu siap dan ga pernah illfeel membaca chat panjangku... 😌"
.
.
.
Sedikit sisipan lain di luar cerita menarik si manusia sok kuat....
Kelak aku juga inginkan dan butuhkan seorang lelaki dewasa yang selalu siap untuk menjadi penopangku, dalam segala hal. Dan kelak semoga akupun dapat menjadi Qurrota A'yun baginya.
Semoga lelakiku adalah lelaki yang merasa beruntung karena bersama denganku. Aaamiiiiin....
"Semua lelaki itu Hebat. Dia mengerti kapan harus marah, mengalah, dan di dengarkan. Dia adalah pondasi terkuat yang sulit untuk rapuh. Bagaimana dia bisa rapuh, jika di pundaknya ada orang yang butuh perlindungan dan kasih sayangnya." (ig:@d.hima09)
Terkhusus untuk si tokoh utama dalam cerita ini, umumnya untuk para manusia yang berjenis laki², untuk para pencari nafkah, dan untuk semua yang lelah namun masih tetap bertahan dan tidak mengeluh.... Semoga Alloh memberikan jalan yang terbaik, menurut-Nya. Al-Fatihah... Aaamiiin...
[Kediri, 21 Februari 2019. 23.03]

