.
.
Dahulu, aku sangat pernah bermimpi untuk dapat menjadi teman hidupmu (meski aku tak tau bagaimana denganmu). Dahulu, aku selalu gemar sekali menceritakan sosokmu dihadapan sahabatku (meski dia tak tau bagaimana rupamu). Dan dahulu, aku sangat bersyukur mengenalmu, memiliki rasa yang belum semestinya hadir. Aku selalu ingin mengetahui bagaimana rasamu terhadapku. Iya, sungguh aku selalu berharap rasamu adalah untukku. Dan bahkan, maaf, seringkali aku menerka semua mu ada tertuju untukku. Silakan kau mengatakan bahwa aku terlalu percaya diri tentang hal itu. Silakan kau katakan bahwa aki "bucin". Silakan...
Pernah suatu waktu aku amat sangat ingin mengetahui tentang bagaimana kau terhadapku. Namun lagi...aku tak seberani itu untuk menanyakan atau mengungkapkan terlebih dahulu. Aku benci dengan rasa ini, aku merasa terjebak ke dalam rasa yang tak menentu dan berujung. Hingga kemudian ada suatu hal yang sama sekali tak pernah terbayangkan olehku akan terjadi...😢
"kau tak pantas untukku"
Iya, benar. Kau memang tak pantas untukku. Bagiku, kau terlalu baik untuk mendapatkan sosok yang hanya aku ini. Maka akan tak sepadan jika kau bertakdirkan bersamaku. Aku menyesalkan semua hal yang ku rasa terlambat. Aku menyesalkan mengapa cinta datang terlambat. Dan kini aku merasa di persimpangan jalan. Aku tak ingin melukai yang lain, apalagi dirimu. Sungguh, aku sama sekali tak menginginkan itu.
Ah, aku memang terlalu jahat untuk semua hal. Aku jadi semakin sadar, bahwa "kau tak pantas untukku".
Jika mungkin bisa, aku ingin sampaikan bahwa rasaku tulus kepadamu. Namun mungkin rasa tulus pun tak ada artinya untuk saat ini. Ah, aku terlalu jahat untuk mengakui ini... :"( aku tak pantas ungkapkan ini.
Kau tak pantas untukku, sungguh...kau tak pantas... Aku berharap kau temukan hati yang lebih baik lagi tulus kepadamu, yang mampu berimu bahagia, bukan sepertiku. Huuufh...aku benci harus menangis karena mengetik ini. Kenapa? Sejujurnya aku takut tak siap dengan apa yang menjadi harapku untukmu.
Ah, sudahlah...mungkin cukup sampai disini saja khayalanku ini. Aku berharap rasamu bukan untukku. Aku berharap semua yang sejak dulu ku rasa itu adalah aku, sebenarnya bukanlah aku. Dan aku berharap aku mampu sembuh dari rasa ini. Takdirku memang belum terjawab, tapi tentang apapun itu, percayalah kau tak pantas untukku. Kau tak pantas jika teman hidupmu itu adalah aku yang begitu menyedihkan ini. Kau harus bahagia, kau tak boleh terluka, dan kau tak boleh tersakiti.
Suatu saat, mungkin kita tak ditakdirkan untuk bersama, namun misalpun rasaku masih tetap sama, semoga aku baik-baik saja, begitupun juga dirimu.
Maaf karena aku mencintaimu sedalam ini.
(Surabaya, 26 Agustus 2019 11:01 am)
