Rabu, 24 Oktober 2018

Introver(t)

Jika kau tau, menjadi pribadi introver itu bukan hal yang mudah. Banyak hal yang harus di hadapi oleh seorang introver untuk menjaga hatinya sendiri. Tak banyak orang yang mau mengerti dan memahami seorang introver, dan tak sedikit orang yang men-cap introver dengan sebutan antisosial, sok baik, munafik, dll nya yang sudah sangat melekat pada diri tiap manusia dalam men-judge para introver. Bahkan dari golongan seorang psikolog pun ada yang tak dapat memahami, dengan menyebut seorang introver tersebut pemalu, tidak bisa berinteraksi dengan baik. Satu hal yang sangat perlu kalian ketahui, sadar atau tidak sadar, peduli ataupun tidak peduli, hal tersebut sangat melukai hati seorang introver. Yaa....aku seorang introver, Dan aku tidak jarang mendapatkan perlakuan seperti itu.
Sering kali aku berkata "Banyak hal yang tak dapat ku katakan dan ku jelaskan. Banyak hal yang tak kau ketahui maksud hati dan semua ini" . Dan itu memang benar adanya. Hal tersebut bukan karena kami malas untuk menjelaskan. Sungguh, bukan karena hal tersebut. Tapi lebih kepada bahwa kami adalah pribadi yang tidak bisa berbicara secara spontan. Kami adalah para pemikir. Kami adalah pribadi yang selalu memikirkan matang-matang tentang apa yang akan kami bicarakan. Bahkan kami akan lebih memilih untuk tidak mengungkapkan apa yang ingin kami sampaikan, hanya karena khawatir apa yang kami sampaikan merupakan hal yang bagi kebanyakan orang ternyata bukan hal yang penting. Atau karena kami khawatir akan reaksi orang di sekitar kami yang [mungkin] tidak merespon dengan baik, atau juga bisa jadi karena kami takut apa yang kami sampaikan malah melukai perasaan orang lain, dan terlebih perasaan diri kami sendiri.
Sungguh, percayalah... Kami tidak menyukai sifat kami yang seperti ini. Kami juga ingin layaknya kebanyakan manusia, yang bisa dengan mudah mengutarakan apa yang ada di pikirannya.
Ini belum sepenuhnya ku utarakan, namun sementara cukup sekian.
Terimakasih... 😍
[Surabaya, 11-07-2018]