
Kenapa gabung PMII? || Hehehe... PMII adalah nama organisasi kampus yang pertama kali ku kenal sebelum aku kuliah, sebelum aku menjadi mahasiswa, sebelum aku tau apa itu BEM, apa itu UKM, apa itu ormada, atau apa itu ormek. Dan satu hal yang sangat ingin ku ikuti saat menjadi mahasiswa adalah PMII. || Kalo udah kenal dari dulu, tapi kok gabungnya baru di pertengahan semester? || Ya, itu karena dulu aku adalah mahasiswa di kampus teratai, yang ketika aku ingin mengikuti kegiatan kemahasiswaan aku harus ke ketintang / lidah wetan. Karena yang ada di teratai hanya HMJ dan UKKI. || Tapi dulu ikut BEM? || Iya, karena waktu itu pas PKKMB aku tau satu organisasi kemahasiswaan yang memiliki andil dalam penyelenggaraan PKKMB, dan bagiku itu dulu luar biasa ketika kita punya peran untuk kampus. *namanya juga maba* . Yaaps... Dan akhirnya pas oprek daftar deh, terus lolos. || Trus apa kabar PMII nya? || Waktu itu aku sejenak lupa soal PMII, sebab tanggungjawabku yang cukup berat [bagiku] di BEM, yang notabene nya aku masih mahasiswa semester awal, tapi menjadi wakadep. || Lalu? || Lalu setelah sekian lama aku melupakan / terlupakan tentang PMII, aku kenal dekat dengan salah satu pengurus BEM FIP, dan di ig nya akhirnya ku ketahui bahwa ternyata dia adalah anak PMII. Yeey... Akhirnya aku sadar dari ke-lupa ingatan-ku tentang PMII. Bertanyalah diriku tentang itu kepadanya, dan aku meminta tolong untuk bagaimana bisa ikut PMII [karena aku memang tidak tau tentang pengkaderannya PMII sama sekali, bahkan aku tidak tau kalau PMII itu nama dari ormek dan dia sifatnya organisasi pengkaderan. aku hanya tau PMII itu apa (titik)]. Dan bla bla bla dengan banyak drama di dalamnya sampai akhirnya aku benar2 resmi di baiat. It's Amazing. Nangis? Iya, itu pasti. Bersyukur? Sangat. Dan bahkan ini berita ter- ter- yang ku ceritakan ke Yangkung pasca baiat. [jadi, ceritanya aku nelfon Yangkung, ngomong kalo aku ikut PMII, dan jawaban yangkung sangat simple, tapi luar biasa. "Alhamdulillah" ya, hanya alhamdulillah, tapi bukan sekedar Alhamdulillah biasa. Ada makna lain di balik itu.] || Berarti sekarang kamu adalah mahasiswa pergerakan sejati? Kamu benar-benar paham tentang PMII? || Belum. Aku belum/tidak pantas untuk dikatakan demikian. || Jadi, kenapa gabung PMII? || PMII adalah takdirku, yang dengannya setidaknya aku kembali merasa menjadi seorang santri. PMII adalah segalaku. PMII adalah ketika aku menyanyikan Marsnya selalu membuat hatiku bergetar dan menahan tangis. PMII adalah hal yang mungkin tidak semua orang dapat memahami seperti sudut pandangku. PMII adalah pergerakanku.
"suatu saat ketika kamu melihat hal burukku, atau kamu mengatakan 'mahasiswa pergerakan kok modelnya gini, gak berani ini atau itu?' Percayalah itu sama sekali bukan karena aku bergabung di PMII. Dan bukan pula karena cara PMII yang salah dalam mendidikku. Tapi itu murni dari buruknya diriku, dan itulah mengapa aku belum/tidak pantas untuk bila dikatakan mahasiswa pergerakan sejati atau mahasiswa yang paham betul soal PMII."
-Al-faqiiroh: Nur Fathimah R. [Surabaya, 8 Juli 2018]