#latepost
Kata orang Jawa, "withing tresno jalaran soko kulino", yang kurang lebih artinya seperti ini, "rasa cinta itu tumbuh karena terbiasa". Entah sejak kapan rasa nyaman ini muncul, hingga aku tak dapat mengartikan arti rasa nyaman ini. Kurasa, terlalu sering aku mengalami rasa yang semacam ini. Aku terjebak ke dalam sebuah rasa nyaman, yang kemudian aku terlalu berharap dan aku terlalu yakin dengan perasaanku. Rasa nyaman ini semakin mengelabuhiku. Terkadang, jika ku ingin menyebut rasa ini sebagai rasa suka atau cinta, seakan itu bukanlah hal yang tepat. Aku harus bertanya kepada hatiku, benarkah ini suka atau cinta? atau hanya sekedar sebuah rasa nyaman? Dan lagi-lagi ini adalah kesalahanku sendiri, yaitu terlalu memanjakan perasaanku, yang padahal bahkan aku sendiri tak yakin dengan semua yang dia lakukan selama ini. Entah memang hanya aku, atau semua wanita memang dapat perlakuan yang sama. Entah memang dia menyukaiku, atau dia hanya menjadikanku sebagai teman tempat pelampiasan kesepiannya. Jujur, rasa yang kumiliki ini amat sangat tak nyaman. Ingin ku tanyakan padanya tentang "apa, bagaimana, maupun mengapa" . Namun, lagi lagi aku tak memiliki kemampuan untuk sekedar menanyakan hal tersebut. Bahkan ku rasa, dalam perdebatan panjangku bersama diriku sendiri sebelum apa yang terjadi sekarang, aku merasa untuk mengatakan hal itu cukuplah mudah. Ternyata ketika aku mengalami hal ini dengan nyata, hal itu tak semudah yang ku perdebatkan.
Nyaman... Aku sangat nyaman berada bersamamu, di dekatmu. Namun aku takut rasa nyamanku dipermainkan oleh diriku sendiri, yang sangat ku manjakan ini. Apakah ini ada hubungannya dengan seorang "Melankolis"? Memiliki hati yang mudah terjebak dalam sebuah rasa itu bukanlah suatu hal yang menyenangkan. [11-09-2017]
