Minggu, 24 Desember 2017

Mutiara Hati

Kami [aku & adik2] memang di kenal keluarga sebagai anak yang sangat hormat kepada ibuk, mungkin karena hal itu yang membuat kami "dulu" canggung untuk bisa berucap kata mesra kepadanya.
Tapi sekarang, ketika sudah tidak lagi tinggal bersama, bahkan kata "sayang" merupakan suatu kebiasaan kami.. Bertukar emoticon 😘💝❤😚😍 dsb nya bukan hal yg terasa aneh lagi.
Mungkin dulu rasa canggung itu karena kami masih bertemu setiap hari, jadi sikap hormat kami itu adalah bukti tanda cinta kami padanya.
Karena sekarang berjumpa adalah hal yang langka, kami sukar mengekspresikan rasa, dan jadilah sebuah kalimat mesra nan indah yang terketik. 

"Kangen? || Iyalah, itu sudah pasti. || Pasti pas ngetik ini nangis? || Iya, betul. Tapi mau apa? Emang kami harus sama-sama berjuang, berjuang untuk masa depan dan berjuang untuk dapat menahan semua rasa rindu yang terkadang tak dapat di bendung. Kaan, jd pilek dadakan"

. "Ibu" adalah kata terindah di seluruh dunia, yang jika berbicara tentangnya aku tak pernah sanggup mendengarnya, karena sudah di pastikan aku menangis pada saat itu juga.
"Ibu" ada pendengar setiaku, saat aku menceritakan apapun atau bahkan siapapun [mungkin kamu salah satunya].
"Ibu" adalah suatu kata yang sebenarnya sangat sulit untuk ku tuliskan, bahkan lewat syair sekalipun...

~Bagiku, semua hari adalah hari tentangmu~

Terimakasih telah jadi ibu terbaikku. Terimakasih untuk segala support untukku. Dan terimakasih untuk segalanya yang tidak dapat ku rangkai jadi kata.. 

"Cintamu menuntunku kepada jalanku"