Senin, 26 Januari 2015

Persamaan dan Perbedaan antara Psikologi, Sosiologi dan Psikologi Sosial

Apakah persamaan dan perbedaan antara psikologi, sosiologi dan psikologi sosial? Sarwono (1978) menyatakan bahwa selain psikologi, sosiologi, antropologi, ekonomi, biologi, dan sebagainya juga mempelajari tentang tingkah laku manusia. Hanya saja tiap disiplin ilmu tadi memiliki sudut pandangnya masing-masing. Adakah persamaan yang lain antara psikologi, sosiologi, dan psikologi sosial? Apakah membedakan ketiga ilmu ini? Berikut ini akan saya coba uraikan secra singkat persamaan dan perbedaan antara psikologi, sosiologi, dan psikologi sosial ditinjau dari definisi, objek, tujuan, dan pokok bahasan dari masing-masing ilmu ini (psikologi, sosiologi, dan psikologi sosial)

Psikologi secara harfiah berasal dari kata “psyche” yang artinya (dalam bahasa Indonesia) “jiwa” dan “logos” yang dapat diartikan sebagai “perkataan/ilmu”. Sehingga oleh kebanyakan orang indonesia psikologi diartikan sebagai ilmu tentang jiwa. Padahal, agar kriteria sebagai ilmu pengetahuan dapat terpenuhi, psikologi akan lebih tepat jika dimaknai sebagai ilmu tentang tingkah laku yang merupakan ekspresi dari jiwa (Sarwono, 1978). Tingkah laku merupakan fokus pembahasan dari psikologi. Tidak hanya tingkah laku individu yang ditampakkan saja, melainkan juga eksistentensi atau jejak dari tingkah laku tersebut seperti kebiasaan, cara bicara, cara berfikir, pandangan hidup, cita-cita, kecerdasan, sikap, dan sebagainya.

Sosiologi Sosiologi, secara harfiah berasal dari kata “socius” yang dapat berarti “teman” dan “logos”. Beberapa orang ahli mencoba memberikan definisi bagi sosiologi ini, diantaranya Emile Durkheim yang mendefinisikan sosiologi sebagai suatu ilmu yang mempelajari fakta-fakta sosial, yakni fakta yang mengandung cara bertindak, berpikir, berperasaan yang berada di luar individu di mana fakta-fakta tersebut memiliki kekuatan untuk mengendalikan individu . Definisi lain dari sosiologi juga diberikan oleh Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, yaitu ilmu yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial, termasuk perubahan-perubahan sosial. Objek yang dikaji dalam sosiologi adalah masyarakat dalam berhubungan dan juga proses yang dihasilkan dari hubungan tersebut, dengan pokok bahasan berupa kenyataan atau fakta sosial, tindakan sosial, khayalan sosiologis serta pengungkapan realitas sosial (http://organisasi.org/de­finisi-pengertian-sosiologi-objek-tujuan-pokok-bahasan-dan-bapak-ilmu-sosiologi). Selain itu, sosilogi lebih mengabdikan kajiannya pada budaya dan struktur sosial yang keduanya mempengaruhi interaksi, perilaku, dan kepribadian (Mustafa, Perspektif dalam Psikologi Sosial). Dengan objek dan pokok-pokok kajian ini diharapkan tercapainya tujuan mempelajari sosiologi yaitu untuk meningkatkan kemampuan seseorang untuk menyesuaikan diri atau beradaptasi dengan lingkungan sosialnya.

Psikologi sosial merupakan cabang dari dari ilmu psikologi yang menelaah secara mendalam segala aspek dari pikiran sosial (social tought) dan tingkah laku sosial (sosial behaviour) (Coolidge, General Psychology: A Paradigmatic Approach). Psikologi sosial mengkaji bagaimana pikiran, perasaan, dan tingkah laku seseorang dipengaruhi oleh keberadaan baik secara nyata, imajinasi, maupun hanya secara tersirat oleh orang selain dirinya (http://en.wiki­pedia.org/wiki/Social_psychology_(psychology)). Tujuan dari psikologi sosial adalah menemukan mengapa terdapat bermacam-macam perilaku yang terdapat pada masyarakat (people). Untuk mencapai tujuan tersebut, fokus dari pengkajian psikologi sosial adalah attribution yaitu penyebab dibalik perilaku orang selain subjek, sosial cognition atau proses-proses berkaitan dengan bagaimana seseorang memperhatikan, menginterpretasi, mengingat, dan menggunakan informasi-informasi dari lingkungan sosialnya, serta attitudes representasi mental dan evaluasi dari bermacam aspek tentang dunia sosial.


Dari uraian ini saya menyimpulkan bahwa psikologi, sosiologi, dan psikologi sosial memiliki persamaan objek yang dipelajari, yaitu tingkah laku manusia. Perbedaan antara ketiga ilmu tersebut adalah pada sudut pandang dan pokok bahasan dalam mengkaji tingkah laku ini. Psikologi memfokuskan pada tingkah laku seseorang sebagai ekpresi dari keberadaan jiwa dalam tubuh seseorang. Sosiologi memiliki fokus kajian bagaimana tingkah laku seseorang dalam me­nyesuaikan diri dengan lingkungan sosialnya. Sementara psikologi sosial melihat bagaimana pengaruh lingkungan sosial terhadap tingkah laku individu.


Referensi

Sarwono, Sarlito W. 1978. Berkenalan dengan Aliran-aliran dan Tokoh-tokoh Psikologi. Jakarta: PT. Bulan Bintang

Coolidge, Predrick H. General Psychology: A Paradigmatic Approach: Pearson Custom Publishing

Mustafa, Hasan. Perpektif dalam Psikologi Sosial.http://www.gumilarcenter.com/Makalah/PERSPEKTIFDALAMPSIKOLOGISOSIAL.pdf. Diakses pada 7 April 2009, 02.00 WIB.

http://organisasi.org/definisi-pengertian-sosiologi-objek-tujuan-pokok-bahasan-dan-bapak-ilmu-sosiologi#comment-24706 Diakses pada 7 April 2009, 02.02 WIB

Social Psychology (Psychology). http://en.wikipedia.org/wiki/Social_psychology_(psychology) Diakses pada 7 April 2009, 08.30 WIB

Teknik Pendaftaran Bidikmisi 2015

Ada beberapa cara untuk mendaftar online Beasiswa Bidik Misi, Melalui sekolah atau perseorangan diajukan melalui situs bidikmisi.dikti.go.id kemudian melanjutkan beberapa tahap untuk lebih jelasnya akan dibahas dibawah ini beberapa ketentuan persyaratan pendaftar beasiswa bidik misi DIKTI simak selengkapnya.
  1. Siswa SMA/SMK/MA/MAK atau bentuk lain yang sederajat yang akan lulus pada tahun 2015.
  2. Lulusan tahun 2014 yang bukan penerima Bidikmisi dan tidak bertentangan dengan ketentuan penerimaan mahasiswa baru di masing-masing perguruan tinggi.
  3. Usia paling tinggi pada saat mendaftar adalah 21 tahun.
  4. Tidak mampu secara ekonomi dengan kriteria : a). Siswa penerima Beasiswa Siswa Miskin (BSM); b). Pemegang Kartu Pengaman Sosial (KPS) atau sejenisnya ; c). Pendapatan kotor gabungan orangtua/wali (suami istri) sebesar-besarnya Rp3.000.000,00 per-bulan. Pendapatan yang dimaksud meliputi seluruh penghasilan yang diperoleh. Untuk pekerjaan nonformal/informal pendapatan yang dimaksud adalah rata rata penghasilan per bulan dalam satu tahun terakhir; dan atau d). Pendapatan kotor gabungan orangtua/wali dibagi jumlah anggota keluarga sebesar-besarnya Rp750.000,00 setiap bulannya.
  5. Pendidikan orang tua/wali setinggi-tingginya S1 (Strata 1) atau Diploma 4.
  6. Berpotensi akademik baik berdasarkan rekomendasi kepala sekolah.
  7. Pendaftar difasilitasi untuk memilih salah satu diantara PTN atau PTS dengan ketentuan: a). PTN dengan pilihan seleksi masuk: 1) Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN); 2) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMTPN); 3) Seleksi mandiri di 1 (satu) PTN b). PTS dengan pilihan seleksi masuk di 1 (satu) PTS.
Sebelum mendaftar terlebih dahulu anda harus memenuhi persyaratan yang telah di tulis diatas, beasiswa bidik misi ini diperuntukan untuk sekolah yang sudah terdaftar di situs resmi beasiswa bidik misi jika belum segera usulkan sekolah di situs resmi daftar.bidikmisi.dikti.go.id/sekolah/daftar  anda melalui kepala sekolah. Karena ada beberapa persyaratan yang harus dilakukan untuk mendaftarkan sekolah di situs tersebut. Tetapi kita tidak akan membahas itu karena dalama kesempatan ini hanya membahas Pendaftaran Online Bidik Misi yang sudah terdaftar berikut informasi pendaftaran online Bidik Misi. Sebelum lanjut pendaftaran berikut ini adalah jadwal penting pendaftaran Online Beasiswa Bidik Misi.

Jadwal Penting Pendaftaran Beasiswa Bidik Misi 2015
  1. Pendaftaran Sekolah 15 Januari 2015 - 01 September 2015 
  2. Pendaftaran Siswa 15 Januari 2015 - 01 September 2015 
  3. PMDK-PN 09 Februari 2015 - 08 Mei 2015 
  4. Pendaftaran SNMPTN 10 Februari 2015 - 12 Maret 2015 
  5. Seleksi Mandiri PTN 10 Februari 2015 - 01 September 2015 
  6. Seleksi Mandiri PTS 10 Februari 2015 - 01 September 2015
  7. Pendaftaran SBMPTN 16 Maret 2015 - 03 Juni 2015

Tata cara pendaftaran Bidikmisi melalui SNMPTN, UMPN atau Seleksi Mandiri perguruan tinggi secara daring adalah sebagai berikut.
  1. Tahapan pendaftaran Bidikmisi a). Sekolah mendaftarkan diri sebagai instansi pemberi rekomendasi ke http:// bidikmisi.dikti.go.id/sekolah/ dengan melampirkan hasil pindaian (scan) (Lampiran 2 bagian F) untuk mendapatkan nomor Kode Akses Sekolah. b). Ditjen dikti memverifikasi pendaftaran dalam kurun waktu 1 x 24 jam pada hari dan jam kerja. c). Sekolah merekomendasikan masing-masing siswa melalui http:// bidikmisi.dikti.go.id/sekolah/login menggunakan kombinasi NPSN dan Kode akses yang telah diverifikasi. d). Sekolah memberikan nomor pendaftaran dan kode akses kepada masing masing siswa yang sudah direkomendasikan, e). Siswa mendaftar melalui laman http://bidikmisi.dikti.go.id/siswa/login dan menyelesaikan semua tahapan yang diminta didalam sistem pendaftaran.
  2. Siswa yang sudah menyelesaikan pendaftaran Bidikmisi mendaftar seleksi nasional atau mandiri yang telah diperoleh sesuai ketentuan masing-masing pola seleksi melalui alamat berikut. a). SNMPTN melalui http:// snmptn.ac.id. b). SBMPTN melalui http://sbmptn.or.id. c). Seleksi Mandiri PTN sesuai ketentuan masing-masing PTN. d). Seleksi Mandiri PTS sesuai ketentuan masing masing PTS.
Setelah melalui serangkaian prosedur pendaftaran anda juga harus melengkapi berkas, ini khusus untuk Siswa yang mendaftar melengkapi berkas yang dibawa pada saat pendaftaran ulang seleksi masuk, yaitu:
  • Kartu peserta dan formulir pendaftaran program Bidikmisi yang dicetak dari sistem Bidikmisi;
  • Surat keterangan lulus dari Kepala Sekolah;
  • Fotokopi rapor semester 1 (satu) s.d. 6 (enam) yang dilegalisir oleh Kepala Sekolah;
  • Fotokopi ijazah yang dilegalisir oleh Kepala Sekolah;
  • Fotokopi nilai ujian akhir nasional yang dilegalisir oleh Kepala Sekolah;
  • Surat keterangan tentang prestasi/peringkat siswa di kelas dan bukti pendukung prestasi lain di bidang ko-kurikuler dan ekstrakurikuler yang disahkan (legalisasi) oleh Kepala Sekolah;
  • Kartu Pengaman Sosial (KPS/BSM). (jika merupakan penerima BSM)
  • Surat Keterangan Penghasilan Orang tua/wali atau Surat Keterangan Tidak Mampu yang dapat dibuktikan kebenarannya, yang dikeluarkan oleh Kepala desa/Kepala dusun/Instansi tempat orang tua bekerja/tokoh masyarakat;
  • Fotokopi Kartu Keluarga atau Surat Keterangan tentang susunan keluarga;
  • Fotokopi rekening listrik bulan terakhir (apabila tersedia aliran listrik) dan atau bukti pembayaran PBB (apabila mempunyai bukti pembayaran) dari orang tua/wali-nya.
Memang terbilang panjang proses pendaftaran online Bidik Misi, yang harus di ingat bahwa memang proses yang dilakukan cukup panjang tetapi hal ini semata-mata untuk kelancaran yang bersangkutan jangan menyerah meski anda berada jauh dari kota atau sekolah anda di daerah terpencil anda tetap bisa mendaftar beasiswa bidik misi ini melalui kepala sekolah dan secara online.
Pentingnya pendidikan bagi kita adalah untuk mencerdaskan bangsa termasuk bagi yang kurang mampu, yang harus dibaca adalah persyaratan serta prosedur pendaftaran online beasiswa Bidik Misi yang telah ditulis jika terjadi perubahan atau perbedaan informasi maka yang digunakan adalah informasi mengacu pada situs resmi http://bidikmisi.dikti.go.id/siswa/default/login semoga informasi ini dapat menuntun anda meraih beasiswa dan melanjutkan sekolah meski tidak ada biaya satu rupiah pun.